Menggunakan Logika Sente(n)sial untuk Memahami Yesus sebagai (Sang) Manunggaling Kawula Gusti: Suatu Awal Penelusuran

Victor Christianto, Robby Chandra

Abstract


Artikel ini menelusuri penggunaan konsep logika Aristotelian yaotu either-or atau logika dualis dibandingkan dengan penggunaan logika sentensial untuk menjelaskan kesatuan hakekat kemanusiaan dan keilahian dalam diri Kristus yang termuat dalam konsep Manunggaling Kawula Gusti dari Budaya Jawa. Pertama, artikel akan meneliti dimensi-dimensi mengenai kestauan manusia-ilahi dalam diri Yesus dalam konsep manunggaling kawula gusti yang berasal dari konsep spiritualitas Kejawen. Kedua, akan dibandingkan fitur penyatuan keilahian dan kamanusiaan Kristus dalam Manunggaling Kawula Gusti dan pandangan teologi Kristen Barat pada umumnya.  Ketiga, artikel ini meneliti bagaiman logika sentensial dapat menjelaskan Kawula Manunggaling Gusti dengan lebih rinci dibandingkan dengan logika either-or. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa logika sentensial lebih efektif menjelaskannya karena, dalam konsep dan alatnya terdapat konsep “antara”, “bukan ini atau itu,” dan “ini serta itu.” Metode yang dipergunakan dalam studi ini adalah riset kualitatif berupa tafsir teks dan eksplorasi filosofi logika. Sebagai hasilnya, terbukti bahwa dengan menggunakan logika sentensial, penyatuan antara kemanusiaan dan keilahian Kristus dalam konsep Manunggaling Kawula Gusti dapat lebih dijelaskan dan masuk akal. Hasil ini berguna untuk memperkaya proses dialog atau kontekstualisasi ke dalam Budaya yang terbiasa dengan logika non dualis dan konsep Manunggaling Kawula Gusti seperti Budaya Jawa.


Keywords


Logika sentensia, Kejawen, Manunggaling Kawula Gusti, Yesus, kontekstualisasi

Full Text:

PDF Indonesia

References


Crisp, Oliver D. Divinity and Humanity. Divinity and Humanity. Cambrid: Cambridge University Press, 2007. https://doi.org/10.1017/cbo9780511805332.

Dominggus, Dicky. “Kemanunggalan Dalam Yohanes 15:7 Sebagai Misi Kontekstual Kepada Penganut Kejawen.” VIisio Deii 1, no. 2 (2019): 178–99. https://doi.org/10.35909/visiodei.v1i2.53.

Duquette, Jonathan. “Reading Non-Dualism in Śivādvaita Vedānta: An Argument from the Śivādvaitanirṇaya in Light of the Śivārkamaṇidīpikā.” Journal of Indian Philosophy 44, no. 1 (March 1, 2016): 67–79. https://doi.org/10.1007/s10781-014-9231-x.

Endraswara, Suwardi. “Memayu Hayuning Bawana Dalam Perspektif Ekoantropologi Sastra.” Susastra, 2017.

Fan, Jiani. “Images of Mind, Images of God: Mirror as Metaphor in Chinese Buddhism and Early Mysticism.” Buddhist-Christian Studies, 2018. https://doi.org/10.1353/BCS.2018.0017.

Hadiwijaya. Tokoh-Tokoh Kejawen. 1st ed. Yogyakarta: Eulo Book, 2010.

Hali, Tjiauw Thuan A L I A S. “Analisis Kritis Terhadap Pandangan-Pandangan Unio Mystica Ditinjau Dari Teologia Perjanjian Baru.” Veritas 2, no. 2 (2001): 223–37. https://www.academia.edu/34894305/ANALISIS_KRITIS_TERHADAP_PANDANGAN_PANDANGAN_UNIO_MYSTICA_DITINJAU_DARI_TEOLOGIA_PERJANJIAN_BARU.

Hicks, David, and P. J. Zoetmulder. “Pantheism and Monism in Javanese Suluk Literature: Islamic and Indian Mysticism in an Indonesian Setting.” Pacific Affairs 69, no. 4 (1996): 600. https://doi.org/10.2307/2761214.

Hoffman, Frank J. “Non-Dual Awareness and Logic.” Asian Philosophy 11, no. 2 (2001): 125–32. https://doi.org/10.1080/09552360120087886.

Hofstede, Geert. “Dimensionalizing Cultures: The Hofstede Model in Context.” Online Readings in Psychology and Culture 2, no. 1 (2011). https://doi.org/10.9707/2307-0919.1014.

Kelly, Charles J. “Aristotelian Logic.” Teaching Philosophy 15, no. 3 (1992): 298–300. https://doi.org/10.5840/teachphil199215355.

Klein, Josephine. “The Experience of the Holy: Mysterium Tremendum et Fascinans.” In Jacob’s Ladder. New York, NY: Routledge, 2018. https://doi.org/10.4324/9780429476297-4.

Noorsena, Bambang. Menyongsong Sang Ratu Adil: Perjumpaan Iman Kristen Dan Kejawen. 1st ed. Yogyakarta: Andi Offset, 2003.

Saut, David. “Ada 187 Organisasi Dan 12 Juta Penghayat Kepercayaan Di Indonesia.” Detiknews. November 9, 2017. https://news.detik.com/berita/d-3720357/ada-187-organisasi-dan-12-juta-penghayat-kepercayaan-di-indonesia.

Utomo, A. H. “Tauhid Al-Wujud Syeikh Siti Jenar Dan Unio Mystica Bima.” Jurnal Filsafat 40, no. 2 (2017): 116–27. https://doi.org/10.22146/jf.23204.

Velleman, Daniel J. “Sentential Logic.” In How to Prove It, 8–54. Cambridge, UK: Cambridge University Press, 2011. https://doi.org/10.1017/cbo9780511808234.003.

Zoetmoelder. Manunggaling Kawula-Gusti : Pantheisme Dan Monism Dalam Sastra Suluk Jawa : Suatu Studi Filsafat. Cet. 2. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000.

https://stackoverflow.com/questions/5201034/translating-neither-nor-into-a-mathematical-logical-expression




DOI: https://doi.org/10.47900/nptrs.v2i1.22

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 The New Perspective in Theology and Religious Studies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.