SUMBANGSI GAGASAN PEMIKIRAN ANDREAS A. YEWANGOE BAGI KEBEBASAN BERAGAMA DI INDONESIA.

Arthur A Aritonang

Abstract


Abstrak: Artikel ini mengkaji masalah kebebasan beragama di Indonesia. Masalah kebebasan beragama di Indonesia sejak lama menjadi persoalan yang belum diselesaikan secara tuntas. Ada banyak faktor yang mendorong tidak terealisasinya kebebasan beragama di Indonesia diantarnya: (1) adanya mentalias ‘mayoritas’ di negara ini di mana masyarakat ‘minoritas’ harus ditundukan oleh keinginan ‘mayoritas’, (2) lemahnya figur seorang pemimpin daerah atau pusat dalam menegakkan konstitusi oleh karena dipengaruhi oleh kepentingan politik (kekuasaan) dan tekanan masyarakat, (3) adanya aturan mendirikan rumah ibadah yang hanya menguntungkan masyarakat ‘mayoritas’ (4) organisasi keagamaan yang menghakimi kelompok agama lain dalam menjalankan keyakinannya, (5) kurangnya kesadaran dari Gereja dalam melakukan autokritik terhadap keberadaan Gereja di tengah masyarakat muslim terbanyak, (6) banyakanya bangunan gereja protestan di Indonesia dengan berbagai macam nama yang menimbulkan pertanyaan dan rasa curiga terhadap umat Kristen terhadap adanya kristenisasi. Melalui sumbangsi pemikiran Andreas A. Yewangoe diharapkan kebebasan beragama dapat terwujudnya sesuai dengan asas kemanusiaan dan keadilan berdasarkan Pancasila.


Keywords


Islam, Ahmmadiyah, gereja dan masyarakat

Full Text:

PDF Indonesia

References


Banci, Favor. “Merefleksikan Kembali Kebebasan dan Kehidupan Beragama,

“Berita Oikoumene Memperluas Wawasan Keesaan dan Kebangsaan, Febuari 2012.

Goru, Paul Maku. “Ironi Penghargaan Toleransi untuk Presiden SBY.” dalam

Reformata, Juni 2013.

Hendropuspito. Sosiologi Agama. Kanisius & BPK Gunung Mulia, 1985.

Nasution, Adnan Buyung. “Jaminan Kebebasan Beragama dalam Negara Hukum

di Indonesia.” dalam Kebebasan Beragama, HAM dan Komitmen Kebangsaan, ed. Barus, Erick J. Jakarta: Bidang Marturia PGI, 2009.

Sairin, Weinata, et al, “Berbagai Dimensi Kerukunan Umat Beragama.” dalam

Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa Butir-butir Pemikiran. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Silaen, Victor. Bertahan di Bumi Pancasila Belajar dari Kasus GKI Yasmin (Jakarta:

Yayasan Bina Komunikasi, 2012.

Sitompul, Einar M. “Pembangunan Rumah Ibadah.” dalam Perjalanan Sarat Muatan

Buku 1-65 Tahun Pdt. Dr. Einar M. Sitompul. Jakarta: UPI STT Jakarta, 2014.

Yewangoe, Andreas A. “Kebebasan Beragama, Toleransi dan Moderatisme di

Indonesia.” Berita Oikoumene, April 2012.

Yewangoe, Andreas A. “Kebebasan Beragama.” dalam Titik Pandang Pandangan

Terhadap Perkembangan Masyarakat Indonesia (2001-2006). Yogyakarta: Institut DIAN/Interfidei, 2012.

Yewangoe, Andreas A. “Respons Gereja terhadap Masalah yang Muncul di

Indonesia,” Berita Oikoumene, Mei 2013.

Yewangoe, Andreas A. PGI Its Ecumenical and Religious Relationships (Perpustakaan

PGI: Tidak diterbitkan.

Yewangoe, Andreas A. Tidak Ada Penumpang Gelap Warga Gereja, Warga Bangsa.

Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Sumber: Wawancara

Wawancara Andreas A Yewangoe, 11 Oktober 2019 pukul 14.00-16.05.




DOI: https://doi.org/10.47900/nptrs.v1i2.9

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 The New Perspective in Theology and Religious Studies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.