Penerapan Konsep Mengampuni Dalam Injil Matius 5:39 bagi Kesehatan Mental Orang Kristen

Authors

  • Donny Walui Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta
  • Yehezkiel Wong Liberto Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta
  • Gotmen Tatubeket Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta
  • Josua Tri Putra Zisiwa Sarumaha Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta
  • Nelson Hasibuan Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47900/1rzpdt45

Keywords:

kesehatan mental, Matius 3:39, Mengampuni

Abstract

Fakta orang Kristen pada umumnya belum mampu menerapkan pengampunan dalam injil Matius 5:39, hanya keterpaksaan demi ajaran gereja mengampuni, tetapi sesungguhnya hati belum berdamai sehingga kesehatan mental terganggu. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan melalui pendekatan deskriptif kualitatif, analisis yang ditemukan bahwa alasan manusia tidak bisa mengampuni adalah karena manusia telah jatuh dalam dosa sehingga berpotensi untuk menyakiti sesamanya sedangkan manusia juga memiliki kebutuhan diperlakukan adil oleh orang lain. Dengan demikian untuk menjawab kebutuhan kesehatan mental orang Kristen dalam menerapkan pengampunan dalam Matius 5:39; Hendaknya orang Kristen memiliki kesadaran penuh bahwa manusia telah berdosa dan Allah menghendaki manusia  hidup sesuai kebenaran, dan kebenaran tersebut salah satunya dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Belajar seperti Tuhan Yesus selama hidup di bumi, dimana sampai disalibkan namun tetap mengalah, mendoakan orang-orang yang menyalibkan Dia. Mengampuni butuh alasan kuat agar tulus mengampuni sehingga tidak mengganggu kesehatan mental.

 

References

Adlini, Miza Nina, Anisya Hanifa Dinda, Sarah Yulinda, Octavia Chotimah, dan Sauda Julia Merliyana. 2022. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka.” Edumaspul: Jurnal Pendidikan 6(1):974–80. doi: 10.33487/edumaspul.v6i1.3394.

Amirullah Bagus Purbanto, 082 122 038. 2016. “KONSEP MEMAAFKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL.” Undergraduate, IAIN JEMBER.

Anugrah, Ade Efra. 2023. “Keterlibatan Keluarga Dalam Pendidikan Karakter Mengampuni Pada Anak Usia Muda.” Missio Ecclesiae 12(2):133–46. doi: 10.52157/me.v12i2.195.

Asmi, Yuli, Novendawati Sitasari, dan Amanda Lenggogeni. 2021. “MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL DI MASA PANDEMIC.” Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas 7. doi: 10.47007/abd.v7i2.3958.

Baraputri, Valdya. 2021. “‘Kenapa bapak yang seharusnya melindungi malah merusak?’ - Gelombang perkosaan anak dalam keluarga di Indonesia.” BBC News Indonesia.

Boiliu, Esti Regina. 2022. “Analisis Pendidikan Agama Kristen Terhadap Emotional Intelligence Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak.” JURNAL LUXNOS 8(1):1–10. doi: 10.47304/jl.v8i1.175.

Derung, Teresia Noiman. 2021. “Upaya Pengampunan Keluarga Kristiani Menurut Injil Matius.” In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi 1(3):74–83. doi: 10.56393/intheos.v1i3.530.

Disantara, Fradhana Putra. 2021. “PERSPEKTIF KEADILAN BERMARTABAT DALAM PARADOKS ETIKA DAN HUKUM.” JURNAL LITIGASI (e-Journal) 22(2):205–29. doi: 10.23969/litigasi.v22i2.4211.

Erastus Sabdono. 2011. DOA BAPA KAMI Formula Kehidupan Orang Percaya. Jakarta.

Ernadewita, Ernadewita, Rosdialena Rosdialena, dan Yummi Deswita. 2019. “Sabar sebagai Terapi Kesehatan Mental.” Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat 2(2). doi: 10.31869/jkpu.v2i1.1914.

Gliebe, Sudi Kate. 2012. “Emotional Intelligence in Christian Higher Education.” Christian Higher Education 11(3):192–204. doi: 10.1080/15363759.2010.515477.

Hamid, Abdul. 2017. “AGAMA DAN KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA.” 3(1).

Harvard Health Publishing. 2019. “The Power of Forgiveness.” Harvard Health. Diambil 6 Desember 2023 (https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/the-power-of-forgiveness).

Kumowal, Royke Lantupa Kumowal, Heliyanti Kalintabu Kalintabu, dan Priscilla Olivia Awuy Awuy. 2022. “Orangtua Dan Gereja Dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak Remaja.” Journal of Psychology Humanlight 3(2):88–101. doi: 10.51667/jph.v3i2.1203.

Marbun, Pardomuan. 2020. “Konsep Dosa Dalam Perjanjian Lama Dan Hubungannya Dengan Konsep Perjanjian.” CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 1(1):1–16.

Marpaung, Sri Rizki. 2023. “Kecerdasan Emosional Menurut Matius 5:1-48 dan Implikasinya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Untuk Remaja di Era Digital.” Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen 8(2):147–63.

Olyvia, Nira, Victor Deak, dan Margareth Martina Fau. 2022. “Analisis Kritis Doa Bapa Kami Menuru Injil Matius 6:9-13.” Formosa Journal of Multidisciplinary Research 1(5):1196–1210. doi: 10.55927/fjmr.v1i5.1120.

Parker-Pope, Tara. 2023. “Are You Ready to Forgive? A New Study Shows Letting Go Is Good for Health.” Washington Post, April 21.

Sabdono, Erastus, dan Rehobot Literature. 2020. TANGGUNG JAWAB MEMILIKI KESELAMATAN. Rehobot Literature.

Stott, John; 2022. Khotbah di Bukit; Injil Memanusiakan Manusia di Bumi Guna Menyatakan Kasih Surgawi. Yayasan komunikasi Bina Kasih/ OMF.

Sumiwi, Asih Rachmani Endang, Joseph Christ Santo, dan Gabriel Levi Thusiapratama. 2022. “Pengampunan: Penerapan Prinsip-Prinsip Alkitabiah Dari Ajaran Yesus Dalam Membangun Hubungan Dengan Tuhan Dan Sesama.” TELEIOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 2(1):14–26.

Tangiruru, Veronika. 2023. “PEMAHAMAN TERHADAP KONSEP DOSA DAN PENGAMPUNAN DALAM KONTEKS KONSELING PASTORAL KRISTEN.”

Uksan, Arifuddin. 2023. “Pentingnya Pemahaman Multikulturalisme dalam Resolusi Konflik Pembangunan GKI Yasmin Bogor Guna Mewujudkan Keamanan Nasional.” Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) 5(4):2934–44. doi: 10.34007/jehss.v5i4.1697.

Unarto, Erich; 2015. Bertumbuh dalam Karakter Baru. YPI Kawanan Kecil.

WHO. 2022. “Mental Health.” Diambil 6 Desember 2023 (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response).

Wijaya, Ratri Kusuma. 2019. “Pengaruh Ajaran Doa Bapa Kami Berdasarkan Matius 6:5-15 Terhadap Kesediaan Mengampuni Kesalahan Sesama Jemaat.” RHEMA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 5(2):53–71.

Zaluchu, Sonny Eli. 2021. “Metode Penelitian di dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3(2):249–66. doi: 10.38189/jtbh.v3i2.93.

Downloads

Published

2025-07-02

How to Cite

Penerapan Konsep Mengampuni Dalam Injil Matius 5:39 bagi Kesehatan Mental Orang Kristen. (2025). The New Perspective in Theology and Religious Studies, 6(1), 077-094. https://doi.org/10.47900/1rzpdt45