Pelaksanaan Ritual Adat di Toraja: Sebuah Civil Sphere bagi Masyarakat Lintas Iman

Authors

  • Theofilus Gereja Toraja

DOI:

https://doi.org/10.47900/8nt1j834

Keywords:

Ritual, Civil Sphere, Solidaritas, Masyarakat Lintas Iman, Harmoni Sosial

Abstract

Tulisan ini memberikan sebuah gambaran mengenai pelaksanaan ritual adat di Toraja sebagai sebuah ruang solidaritas bagi masyarakat lintas iman. Selama ini ritual adat di Toraja lebih banyak dilihat dan dikenal dari segi kemewahan serta kemeriahaannya dan tanpa disadari bahwa melaluinya tercipta sebuah ruang solidaritas melalui kehadiran masyarakat lintas iman. Dalam mengerjakan tulisan ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data diambil melalui studi pustaka. Selain mencari informasi melalui studi pustaka, informasi juga akan diambil dari beberapa sumber internet yang dapat memberikan informasi sehubungan dengan penelitian yang dilakukan. Teori utama yang digunakan dalam tulisan ini ialah teori Civil Sphere dari Jeffrey Alexander. Hasil yang didaptkan ialah ritual yang dilaksanakan di Toraja, baik itu rambu tuka’ maupun rambu solo’ menjadi suatu ruang solidaritas bagi masyarakat lintas iman dalam membangun harmoni sosial dalam wujud relasi dan interaksi saling menerima, membantu dan saling menghargai dalam seluruh aspek pelaksanaan ritual.

References

Alexander, Jeffrey C. The Civil Sphere. New York: Oxford University Press, 2006.

Aulia, Guruh Ryan, and Sitti Syakirah Abu Nawas. “Implementasi Nilai-Nilai Toleransi Umat Beragama Pada Upacara Rambu Solo’ Di Tana Toraja.” Jurnal Ushuluddin 23 (2) (2021): 84–98. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jumdpi.v23i2.23115.

Durkheim, Emile. The Elementary Forms of The Religious Life. New York: The Free Press, 1995.

Eller, Jack David. Introducing Anthropology of Religion. New York and London: Routledge, 2007.

Lattu, Izak. “Beyond Interreligious Dialogue: Oral-Based Interreligious Engagements in Indonesia.” In Interreligious Dialogue From Religion to Geopolitics (Vol. 10), 70–90. Netherlands: Brill, 2019. https://doi.org/10.1163/9789004401266.

———. Natal, Ruang Sipil, dan Solidaritas Sosial, https://crcs.ugm.ac.id/berita utama/11908/natal-ruang-sipil dan Solidaritas sosial.

Lattu, Izak Y. M. “Teologi Tanpa Tinta: Mencari Logos Melalui Etnografi Dan Folklore.” In Membangun Gereja Sebagai Gerakan Yang Cerdas Dan Solider: Apresiasi Terhadap Kegembalaan Ignatius Kardinal Suharyo, edited by Fransiskus Purwanto and A. T. Edy Warsono. Yogyakarta: Sanata Dharma Univeristy Press, 2020.

Makaruku, Nathalia Debby, Izak Y. M. Lattu, and Tony Robert C. Tampake. “Keterlibatan Masyarakat Dalam Membangun Harmoni Sosial Muslim-Kristen Pra Dan Pasca Konflik Etnik Di Maluku.” ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 15 (1) (2020): 68–91. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/islamica.2020.15.1.68-91.

Muhammad, Ali. Teologi Pluralis-Multikultural: Menghargai Kemajemukan, Menjalin Kebersamaan. Jakarta: Kompas, 2003.

Paseru, Seno. Aluk Todolo Toraja: Upacara Pemakaman Masa Kini Masih Sakral. 1st ed. Salatiga: Widya Sari Press Salatiga & Fak. Teologi UKSW, 2004.

Plaisier, Arie Jan. Manusi, Gambar Allah, Terobosan-Terobosan Dalam Bidang Antropologi Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Poespasari, Ellyne Dwi. Hukum Adat Suku Toraja. Edited by Dhiky Wandana. Surabaya: CV. Jakad Publishing, 2019.

Rosati, Massimo. Ritual and the Sacred: A Neo-Durkheimian Analys of Politics, Religion and the Self. Farnham: Ashgate Publising Limited, 2009.

Sabaruddin, and Ratnah Rahman. “Anatomi Kerukunan Masyarakat Islam Dan Kristen Di Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja.” Jurnal Sosioreligius 3, no. 2 (2018): 1–16.

Stepanus. “Ritual Mebulle Bai Sebagai Ruang Bersama Penyelesaian Konflik Sosial Masyarakat Mamasa.” Tesis, Kristen Satya Wacana, 2019. https://repository.uksw.edu//handle/123456789/20424.

Stepanus, Izak Y. M. Lattu, and Tony Tampake. “Mebulle Bai: Ritual, Ruang Bersama, Dan Rekonsiliasi Masyarakat Lokal Di Mamasa, Sulawesi Barat.” Religio: Jurnal Studi Agama-Agama 9 (2) (2019): 170–96. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/religio.v9i2.1204.

Suwartiningsih, Sri, and David Samiyono. “Kearifan Lokal Masyarakat Nias Dalam Mempertahankan Harmoni Sosial.” Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat 1 (1) (2014): 235–69. https://doi.org/https://doi.org/10.33550/sd.v1i1.53.

Tangdilintin, L.T. Toraja Dan Kebudayaannya. Tana Toraja: Yayasan Lepongan Bulan, 1981.

Titaley, John. Pluralisme dan Kerukunan Hidup Beragama‛, Suara Merdeka 9 Desember 2005, diakses 7 September 2023, http://www.suaramerdeka.com/harian/0512/09/opi4.htm.

Toraja, Badan Pusat Statistik Tana. Kabupaten Tana Toraja Dalam Angka 2022. Tana Toraja: BPS Kabupaten Tana Toraja, 2022.

Welem, Theofilus. “Menangkal Radikalisme Agama Menguatkan Perdamaian Umat Di Toraja Melalui Penggunaan Kitab Keagamaan Dan Nilai Budaya Orang Toraja.” PURWADITA: Jurnal Agama dan Budaya 7 (1) (2023): 72–83. https://doi.org/https://doi.org/10.55115/purwadita.v7i1.2841.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Pelaksanaan Ritual Adat di Toraja: Sebuah Civil Sphere bagi Masyarakat Lintas Iman. (2025). The New Perspective in Theology and Religious Studies, 6(2), 171-190. https://doi.org/10.47900/8nt1j834